
Proses pemasakan sayur kol dengan cara digoreng sangat membahayakan sel-sel vitamin yang terdapat pada tubuh.
Minyak seharusnya tidak dipanaskan dengan suhu tinggi dan waktu yang lama untuk menjaga agar proses hidrolisis hanya terjadi secara minimal.
Proses hidrolisis sendiri akan menghasilkan radikal bebas. Jadi, apabila minyak dipanaskan dengan suhu tinggi akan menimbulkan banyak radikal bebas.Proses pengggorengan pada kol dengan suhu tinggi akan membuat kol menyerap sebagian minyak goreng.
Dengan kata lain di dalam kol goreng tersebut terdapat radikal bebas yang karsinogenik.
Jalan keluar yang baik adalah dengan membuat sendiri kol goreng dirumah, sehingga dapat mengurani terbentuknya senyawa karsinogenik.
Meskipun kandungan gizi pada kol goreng lebih rendah daripada kol segar namun pembentukan senyawa karsinogenik dapat dikurangi.
Pembuatan kol goreng sendiri dapat dengan cara menggunakan minyak baru dan suhu yang rendah, sehingga akan mempengaruhi jumlah senyawa karsinogenik yang terbentuk. Jalan keluar lainnya adalah dengan mengurangi konsumsi kol goreng dan menggantinya dengan kol segar.
Bahaya mengkonsumsi Sayur Kol dengan cara di Goreng
Kandungan gizi pada kol pun akan rusak karena adanya proses pemasakan. Secara alamiah beberapa jenis vitamin seperti vitamin C memang rentan rusak akibat pemanasan. Penggorengan yang terlalu matang akan merangsang muncul pembentukan senyawa karsinogenik yang merupakan senyawa pemicu kanker.Minyak seharusnya tidak dipanaskan dengan suhu tinggi dan waktu yang lama untuk menjaga agar proses hidrolisis hanya terjadi secara minimal.
Proses hidrolisis sendiri akan menghasilkan radikal bebas. Jadi, apabila minyak dipanaskan dengan suhu tinggi akan menimbulkan banyak radikal bebas.Proses pengggorengan pada kol dengan suhu tinggi akan membuat kol menyerap sebagian minyak goreng.
Dengan kata lain di dalam kol goreng tersebut terdapat radikal bebas yang karsinogenik.
Jalan keluar yang baik adalah dengan membuat sendiri kol goreng dirumah, sehingga dapat mengurani terbentuknya senyawa karsinogenik.
Meskipun kandungan gizi pada kol goreng lebih rendah daripada kol segar namun pembentukan senyawa karsinogenik dapat dikurangi.
Pembuatan kol goreng sendiri dapat dengan cara menggunakan minyak baru dan suhu yang rendah, sehingga akan mempengaruhi jumlah senyawa karsinogenik yang terbentuk. Jalan keluar lainnya adalah dengan mengurangi konsumsi kol goreng dan menggantinya dengan kol segar.
